Beyond The Auto's Enthusiasm
IndeksContact Us

Ducati Akui Bersama Valentino Rossi Meninggalkan Banyak Luka

Ducati Valentino Rossi Luka

Otoplasa.co – Gaet Valentino Rossi dan dia akan menjadikan Motormu Juara!
Mungkin itulah yang diyakini banyak pengamat balapan ketika The Doctor memutuskan gabung bersama Ducati pada 2011. Sayangnya harapan banyak orang dan penggemar Rossi dari seluruh dunia tak terjadi, hingga Ducati sendiri mengakui banyak luka usai sang maestro balap pergi di akhir 2012.

Harapan bisa mengulang kesuksesan kepergian Rossi dari Honda ke Yamaha, nyatanya ke pabrikan Italia justru gagal total. Lukanya pun dialami keduanya. Pamor Ducati seakan semakin meredup di mata mitra sponsor dan pers karena dianggap tak mampu memberikan motor terbaik untuk sang legenda MotoGP. Di sisi lain waktu dua tahun Rossi bersama Ducati prestasinya semakin tenggelam karena hanya mencatatkan tiga podium dan itu pun di peringkat ketiga. Intinya bersama Ducati tak pernah menggapai podium juara pertama, hingga Rossi balik kucing ke tim sebelumnya, Yamaha.

Ducati Valentino Rossi Luka
Bos Ducati MotoGP, Paolo Ciabatti mengakui era bersama Rossi meninggalkan goresan luka. Usai sukses menggapai gelar juara dunia pembalap 2022 bersama Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, yang merupakan anak didik Academi Balap VR46, perasaannya campur aduk. Kendati dia baru bergabung ke Ducati pada 2013, tapi Ciabatti memahami apa yang terjadi.

Baca juga: Kesuksesan Valentino Rossi Bikin Francesco Bagnaia Sensitif Tahayul, Apa Itu?

“Beberapa bulan setelah Audi mengakuisisi Ducati dari pemilik sebelumnya Investindustrial, ada beberapa perubahan. Diantaranya Filippo Presziosi pergi setelah dua tahun yang sulit bersama Valentino dan Ducati yang tidak membawa hasil yang mereka harapkan. Ini meninggalkan banyak luka di organisasi, di banyak tingkatan dan memberikan dampak tekanan yang ekstrim,” ungkap Ciabatti.

Bahkan pria berambut putih ini menjelaskan besarnya tekanan yang diterima Tim MotoGP Ducati dari pers, mitra serta sponsor, memberikan dampak semakin menghancurkan bagi keseluruhan tim karena memunculkan banyak permasalahan yang tak segera diatasi bersama.

Ducati Valentino Rossi Luka
“Ada saling menyalahkan sesama anggota tim dan situasi ini sangat tidak mendukung akan kesuksesan tim itu sendiri. Jujur ketika saya ke Ducati, kami harus melepaskan beberapa orang pada akhir 2013. Dan saya pun sendiri di pertengahan musim ingin berhenti.”

Baca juga: Valentino Rossi Angkat Topi Untuk Francesco Bagnaia, Tapi Belum Cukup Jadi Idola!

Namun karena memikul tanggung jawab besar, Ciabatti bertekad pada 2013 Ducati harus memiliki arah teknis yang jelas. Untuk itu dia menghadap kepada CEO Ducati, Claudio Domenicali dan berbicara apa adanya mengapa timnya jalan di tempat tak ada kemajuan berarti. “Berkat dukungan Claudio Domenicali, yang saya kenal selama lebih dari 20 tahun, maka mulailah terbuka upaya untuk membawa perubahan.”

Mendapatkan kuasa penuh, akhirnya Ciabatti bergerak cepat dengan berupaya menggaet sang jenius teknik Gigi Dall’Igna dari Aprilia pada akhir 2013 untuk memulai perubahan haluan Ducati. “Saya tegaskan kepada Domenicali, kita harus melakukan sesuatu dan itu perlu seseorang yang mampu mengelola proyek yang rumit secara teknis seperti MotoGP. Dan akhirnya berhasil meyakinkan Gigi untuk meninggalkan Aprilia dan sejak itu segalanya menjadi jauh lebih baik,” akunya blak-blakan.

Ducati Valentino Rossi Luka
Dan benar seiring waktu, tanda-tanda kebangkitan Ducati semakin terasah tajam melalui tangan dingin Gigi. Bersama Andrea Dovizioso, tim ini juga kerap menggapai podium pertama, namun harus diakui di era ini Honda tampil dominan bersama Marc Marquez yang dijuluki The Baby Alien alias pembalap dari planet lain yang mampu membuyarkan impian banyak pembalap.

Baca juga: Team Order Ducati di Valencia Wajar Demi 15 Tahun Tanpa Gelar Juara Dunia

Namun dari uraian Paolo Ciabatti terungkap bahwa Rossi datang di Ducati bukan pada waktu yang tepat. Dimana seharusnya bisa memunculkan kekuatan full Italia Team, yang untungnya bisa terwujud melalui Pecco di tahun ini, atau kali terakhir 50 tahun lalu antara Giacomo Agostini bersama MV-Agusta di tahun 1972.

Wuih lamanya. (boi)

Ducati Valentino Rossi Luka
Cek artikel www.otoplasa.co yang lain di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *