Beyond The Auto's Enthusiasm
IndeksContact Us

Sempat Manyun Tapi Berakhir Kekaguman

Jadi jangan heran konsumsi bbm-nya akan melonjak sangat drastis. Kendati bensin jadi lebih boros, performa All New Terios tetap dapat diandalkan. Turunan hingga tanjakan curam, serta pasir berbisik yang siap menerkam, semuanya seakan bagai angin lalu.

Kembali Ke Siklus 13,5 km perliter

Konsumsi bbm usai PP Waru – Bromo – Waru

Usai melahap beragam tantangan Bromo dan sempat heran dengan konsumsi bbm-nya, Otoplasa masih penasaran. Perlu ada perbandingan saat perjalanan balik dari Bromo ke Waru.

Kali ini tak perlu memaksa mesin bermain di tuas transmisi L, melainkan cukup di D2 dan sekali-kali bermain di D3. Jalan menurun yang cenderung melandai menuju ke jalan utama Probolinggo – Surabaya, mulai mencerminkan tanda-tanda keiritan khas Daihatsu.

Pelan namun pasti, indikator dua digit angka digital konsumsi bbm mulai bereaksi. Dari 5,4 km/liter berubah secara dramatis ke 6,5 hingga ke 10,1 km/liter. Memasuki jalan utama propinsi, saatnya Otoplasa memindah tuas transmisi ke D.

Tiga garis hijau di speedometer mulai menyala bersamaan dengan lampu indikator ala daun. Bila mampu menjaga ritme indkator eco driving menyala selama mungkin, konsumsi bbm akan lebih irit. Terdeteksi teknologi dual VVT-i nya bekerja maksimal menjaga pola keiritan bbm. Putaran mesin mulai senyap karena perpindahan gigi transmisi otomatisnya bermain di 2.500 rpm. Kendati terasa aja jeda saat perpindahan gigi, namun itu masih normal.

Terkadang bila kondisi lalu-lintas mulai ‘terganggu’ dengan deretan truk-truk berukuran besar, Otoplasa kembali nakal bermain di tuas transmisi D2 dan D3. Jujur, butuh akselerasi maksimal demi mendapatkan putaran mesin yang lebih tinggi demi menyusul truk. Perpindahan tuas transmisi ala gaya manual ternyata sangat menyenangkan. Nafas panjang mesin Terios menjadi bukti bahwa mobil ini benar-benar asyik diajak berpetualang.

Bila jalanan mulai lenggang ala tol Pasuruan – Sidoarjo, pilihan posisi D adalah yang paling masuk akal. Puncaknya adalah konsumsi bbm 13,5 km perliter saat tiba di Waru.

Yang lebih mengagumkan, tangki masih menyisakan tiga bar pada indikator bbm. Jadi kondisi full tank saat keberangkatan hingga balik, hanya mengkonsumsi lima bar saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *