Beyond The Auto's Enthusiasm
IndeksContact Us

Inilah Rasio Kepemilikan Mobil di Asia Tenggara, Indonesia?

Rasio Kepemilikan Mobil

Otoplasa.co – Banyaknya merek pabrikan otomotif yang menawarkan beragam produknya di Indonesia, kenyataannya belum cukup mampu mendongkrak rasio kepemilikan mobil di sini. Hasil penjualan kendaraan roda 4 di Tanah Air ternyata masih menempatkan Indonesia di peringkat bawah di antara negara-negara di Asia Tenggara.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa rasio kepemilikan mobil yang masih rendah di Indonesia menjadi peluang besar untuk bisa dimanfaatkan industri manufaktur. Termasuk pabrikan otomotif Jepang.

Dalam Indonesia-Japan Autoparts Business Forum yang digelar di Nagoya, Jepang, Menperin mengatakan rasio kepemilikan kendaraan roda 4 di Indonesia masih 99 kendaraan berbanding per 1.000 orang. Padahal jumlah total penduduknya mencapai 270 juta orang.

“Berdasarkan data yang kami miliki, rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia sebesar 99 kendaraan per 1.000 orang. 99 kendaraan per 1.000 orang ini out of 270 juta orang,” kata Agus, Senin (27/6).

Sementara itu, di Brunei Darussalam yang penduduknya hanya 2 juta orang, rasio kepemilikan kendaraan mencapai 805 kendaraan per 1.000 orang. Ada pun Malaysia, dengan sekitar 30 juta penduduk, rasio kepemilikan kendaraan mencapai 450 kendaraan per 1.000 orang. Selain itu rasio kepemilikan kendaraan di Thailand sebesar 275 kendaraan per 1.000 orang dengan total penduduknya yang hampir 70 juta orang.

“Rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia yang masih rendah itu menunjukkan potensi yang luar biasa bagi industri otomotif di Indonesia,” kata Menperin.

Sejalan dengan target untuk masuk dalam jajaran 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita diharapkan akan bisa naik sehingga tercipta calon pembeli kendaraan baru.

“Ketika kita bicara Indonesia sebagai 10 ekonomi terbesar dunia, artinya GDP per kapita Indonesia akan melonjak jauh lebih cepat dan lebih tinggi. Artinya juga, akan tercipta calon-calon pembeli kendaraan bermotor, baik itu roda empat atau roda dua di Indonesia yang jauh lebih banyak dari negara tetangga,” ulas Menperin.

Dia mengatakan Indonesia dan sektor manufakturnya memiliki kekuatan dan daya tarik serta posisi strategis untuk jadi mitra dan bagian dari rantai pasok global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan diprediksi IMF tumbuh mencapai 6 persen pada 2023 mendatang. Sementara itu, pertumbuhan industri manufaktur pada kuartal pertama 2022 sebesar 5,47 persen yoy, tumbuh lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen. (anto)

Berikut rasio kepemilikan mobil di sebagian negara Asia Tenggara:
1. Brunei (805 : 1000)
2. Malaysia (450 : 1000)
3. Thailand (275 : 1000)
4. Indonesia (99 : 1000)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *